Masyarakat pulau Bali, selain masyarakatnya berprofesi sebagai seniman yang terus berproduksi menghasilkan karya lukis atau patungnya kemudian diapresiasi melalui pameran, juga ada kesehariannya memproduksi kerajinan untuk cinderamata seperti kain batik, pakian santai kerajinan bambuatau kayu serta jenis lainnya. Sebagai pemandu pariwisatapun juga ada dan sebagian lagi menyelesaikan pekerjaannya dengan cara bertani. Mereka secara berkala mengadakan diskusi tentang membudidayakan petanian dengan dipandu oleh pemerintah setempat. Untuk yang terakhir ini masyarakat Bali mempunyai sistem pengairan yang sudah lama diwariskan nenek moyang mereka dalam menangani permasalah bercocok tanam. Sistem ini dinamakan dengan Subak. Yaitu suatu sistem pengairan yang dilakukan dengan mengatur aliran sungai kecil sebagai jalannya air, dari tempat yang lebih tinggi menuju ke tempat lebih rendah sehingga sistem persawahannya diatur secarabertingkat-tingkat. sistem ini mengikuti sifat air yaitu air akan selalu mengalir terus ke tempat yang lebih renadah. Tidak heran jika kita menyaksikan pemandangan di Pulau Bali itu akan di jumpai persawahan yang bertingkat-tingkat.

* Masyarakat Bali berprofesi sebagai seniman, pengrajin cinderamata, juga berprofesi sebagai petani, dengan mengolah pertaniannya dengan sistem pengairan hasil warisan nenek moyang mereka bernama Subak *