Category: MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI


Pantai-pantai yang ada disekitar pulau Bali juga dikenal dengan keindahannya, maing-masing pantai itu mempunyai karakter tersendiri misalnya kawasan pantai Sanur merupakan alternatif bagi para turis lokal maupun manca negara yang ingin menghindari nuansa hiruk pikuk keramaian susana kota seperti Kuta, Legian atau Seminyak. Di area ini akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dalam menikmati keindahan pariwisata dengan adanya fasilitas dan prioritas utama dari pengelolahnya. Bagi yang suka berjemur diri dan  menikmati sinar matahari terbit (sunrise) maka Sanur adalah tempat yang sangat tepat untuk disinggahi oleh para wisatawan, banyaknya pengunjung setiap hari ke tempat ini dikarenakan pantai ini memiliki panjang 3 kilometer dengan garis pantai menghadap ke timur sehingga kegiatan apapun mudah diadakan. Pantai Sanur terkenal dengan pantainya yang berwarna putih bersih dan lembut, Disamping itu pantai  Sanur merupakan pantai yang berkarakter batu karang,  sehingga memiliki kelebihan tersendiri terutama para turis yang menyenangi petualangan di batu karang. Pantai yang terkenal dengan aktifitas kehiruk pikuannnya, adalah Pantai   Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan daerah tujuan wisata turis manca negara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal tahun 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.  Selain pemandangan yang indah itu Pantai Kuta, dipadati dengan pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, Pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing). Pantai Tanah Lot merupakan pantai yang terrindah di pulau Bali. Pantai ini menghubungkan antara daratan dengan sebuah pulau kecil dimana pulau ini didirikan pura tenpat persembayangan umat hindu. Pantai ini mempunyai keistimewaan jika waktu siang airnya menjadi dankal sehingga para wisatawan dapat menyebrang untuk naik ke pulau ini. Dan disaat senja air pasang mulai naik sehingga dasar laut tidak bisa dilewati karena penuh dengan air akibat pasang. Pemandangan ini akan lebih spektakuler jika Tana Lot dipandang atau diabadikan waktu senja sehingga menghasilkan foto siluet atau Sunset.

Pantai-pantai yang ada di pulai bali begitu indah dinikmati dan setiap pantai mempunyai karakter masing-masing sehingga wisatawan yang datang bisa memilihnya sesuai dengan keinginannya.

Dalam bidang seni tari, Pulau bali mempunyai tarian yang cukup dikenal oleh masyarakat luas seperti Tari kecak yang mempunyai ciri khusus dimana dalam penyajiannya tarian ini mempunyai karakter jumlah penarinya besar dan tanpa busana hanya memakai celana dengan dililiti oleh kain motif kotak-kotak ptih hitam mirip papan catur itu. Keistimewaan tarian ini adalah pada pementasannya selalu ramai menimbulkan suara gemuruh saling bersautan satu sama lain dengan mengucap kan kata cak…cak…cak…kecak…kecak… membuat orang yang menontonnya menjadi semangat dan secara otomatis badan akan ikut tergerak dibuatnya.Dari ciri itulah hingga tarian ini menjad terkenal dan sekaligus sebagai ciri khas budaya Bali. Bertahun-tahun tari kecak ini dilestarikan oleh masyarakat Bali dari beberapa generasi, meskipun berbagai macam tari-tarian modern dari luar juga turut mewarnai tarian lokal sebagai sarana pengembangannya. Oleh karena itu tidak heran di daratan yang juga dikenal dengan nama Pulau Dewata itu, banyak sanggar tari yang bertujuan sebagai sarana pengembangan tari dan sekaligus sebagai sarana apresiasi bagi masyarakat Bali itu sendiri, terutama pemberian latihan sejak dini bagi anak-anak Bali agar mencintai-tariannya sendiri. Namun kecintaan masyarakat Bali untuk selalu melestarikan kekayaan budayanya terlanjur melekat, sehingga tarian itu akan terus ditumbuh kembangkan dari generasi satu ke generasi lainnya meskipun budaya populer lewat berbagai macam pernik-pernik peradaban barat terus menghantuinya. Tarian lain yang tidak kalah hebatnya dalam persepsi para wisatawan atau katakanlah orang biasa saja, pasti mengenalnya dengan baik yaitu tarian barong. Sebuah tarian atraktif oleh penarinya dengan visualisasi gerak begitu fleksibel dalam menyajikan pergerakan dengan lenggak lenggoknya para penari yang terselip dalam tampilan yang mirip binatang singa ini, dapat memutar balikkan badan dan menggoyangkan kepala kiri kanan serta atas bawah mengikuti irama gemuruhnya suara gamelan membuat suasana semakin meriah. Tari Barong adalah sebuah tari penggambaran tentang pertarungan yang tiada akhir antara kebaikan dengan visualisasi Barong  dan kejahatan dengan visualisasi Rangda. Pada tarian ini juga disertakan beberapa pendukungnya dengan memberikan adegan penusukan keris ke dada masing-masing peserta, hal ini  mengibarat kan pasukan Ailangga yang terbius oleh sihir Rangda telah ditong oleh Barong hingga pasukannya itu kebal dengan tusukan keris yang diarahkan kepadanya.  Pementasan ini bersifat suci dan sakral penuh dengan ritual, oleh karena itu sebelum pementasan pemimpin rombongan pementasan memberikan percikan  air suci yang diambil dari gunung agung itu, kemudian disertai dengan pemberian sesaji.  Pengertian ini menegaskan bahwa sifat kebaikan dan sifat kejahatan itu selalu dekat dengan kehidupan manusia, oleh karena itu dalam kehidupan selalu diwarnai dengan manusia yang mempunyai sifat baik dan ada juga yang mempunyai sifat jahat, dan dalam perjalanannya selalu bertempur tiada akhir sampai garis kematian memisahkannya.  Suatu gerakan badan dengan tangan yang serba dinamis serta lirikan mata tajam ke kanan dan ke kekiri serta di tanganya membawa tempayan tempat sesaji dengan ciri khas pada daun kelapa muda atau janur yang terurai ke bawah seakan menutupi sebagian tangannya, diiringi dengan gemuruhnya gamelan seolah menggambarkan tarian Pendet. Tarian ini awalnya adalah bersifat sakral karena tarian ini bertujuan penyambutan para Dewata turun ke bumi, sehingga pementasannya hanya di lingkungan Pura yaitu tempat persembahyangan umat hindu di Bali. Tari Pendet merupakan tarian persembahan yang diwujudkan dalam bentuk tari upacara jadi disini nilai kesakralannya masih dijaga. Seiring dengan perkembangan zaman para seniman-seniman Bali memodifikasinya menjadi tarian upacara selamat datang, namun tidak mengurangi nilai kesakralannya.  Di Pulau Bali juga dikenal Tari Topeng yaitu sebuah tarian dimana penarinya menggunakan topeng. Tarian ini awalnya juga mengadung kesakralan atau bersifat magis, diceritakan bahwa tari topeng yang terkenal adalah topeng pejagan yang disimbulkan sebagai suatu perjalanan Sidhakarya ingin bertemu dengan Rajanya. Orang Bali percaya bahwa topeng tersebut merupakan titisan dari Sidhakarya dan istimewahnya tarian ini diyakini dapat menyembuhkan penyakit. Tarian biasanya dimainkan sedikitnya 2 sampai 5 orang dan pemakian topeng mempunyai karakter yang berbeda. pada 2 orang membaginya yang satu topeng pajegan dan satunya lagi adalah topeng wali yang bertugas mengiringi dan memberikan cerita-cerita tentang masyarakat Bali pada zaman kerajaan dahulu.

Kekayaan budaya Bali lewat beragam tari-tarian itu, sudah terlanjut melekat pada masyarakat Bali dan mereka terus berusaha mengapresiasi pelalui pelatihan di sanggar guna mewariskan kepada generasi berikutnya, walaupun dalam perjalannya itu Budaya Populer dengan pernik-pernik peradaban barat telah menghantuinnya.

Masyarakat pulau Bali, selain masyarakatnya berprofesi sebagai seniman yang terus berproduksi menghasilkan karya lukis atau patungnya kemudian diapresiasi melalui pameran, juga ada kesehariannya memproduksi kerajinan untuk cinderamata seperti kain batik, pakian santai kerajinan bambuatau kayu serta jenis lainnya. Sebagai pemandu pariwisatapun juga ada dan sebagian lagi menyelesaikan pekerjaannya dengan cara bertani. Mereka secara berkala mengadakan diskusi tentang membudidayakan petanian dengan dipandu oleh pemerintah setempat. Untuk yang terakhir ini masyarakat Bali mempunyai sistem pengairan yang sudah lama diwariskan nenek moyang mereka dalam menangani permasalah bercocok tanam. Sistem ini dinamakan dengan Subak. Yaitu suatu sistem pengairan yang dilakukan dengan mengatur aliran sungai kecil sebagai jalannya air, dari tempat yang lebih tinggi menuju ke tempat lebih rendah sehingga sistem persawahannya diatur secarabertingkat-tingkat. sistem ini mengikuti sifat air yaitu air akan selalu mengalir terus ke tempat yang lebih renadah. Tidak heran jika kita menyaksikan pemandangan di Pulau Bali itu akan di jumpai persawahan yang bertingkat-tingkat.

* Masyarakat Bali berprofesi sebagai seniman, pengrajin cinderamata, juga berprofesi sebagai petani, dengan mengolah pertaniannya dengan sistem pengairan hasil warisan nenek moyang mereka bernama Subak *

Pulau Bali adalah salah satu dari sekian banyak pulau-pulau di Indonesia yang mempunyai kekayaan budaya dan mampu memeliharanya walaupun era globalisasi dengan segala dampaknya menerjang dengan intensitas yang tinggi, namun Bali yang dijuluki surganya wisata itu, masyarakatnya tetap konsisten dengan budayanya sendiri yang sudah  diwariskan oleh nenek moyangnya dari berbagai generasi. Walaupun Pulau Bali dikunjungi oleh wisatawan dari dalam negeri maupun manca negara dimana tidak menutup kemungkinan terselipnya pola hidup barat disekitarnya, namun kehidupan masyarakat Bali dan kultur budayanya tak mengalami pergeseran. Beberapa kalangan mengatakan bahwa  Pulau Bali dikenal juga sebagai surganya pariwisata Indonesia bahkan para wisatawan manca negara dari belahan dunia manapun sudah mengenalnya, dari mulut ke mulut dan anehnya mereka lebih mengenal pulau bali daripada negara Indonesia. Dalam perspektif kepariwisataan Bali menawarkan banyak hal tentang dunia pariwisata dengan sarana dan prasarana memadai, bahkan fasiltas internationalpun tercermin dengan adanya fasilitas  bintang lima yang dikemas secara menarik hasil perpaduan konsep arsitektur modern dengan konsep lokal hindu yang bertebaran di berbagai macam titik strategis di Pulau Bali itu. Pernik-pernik pariwisata juga banyak dijumpai sepanjang tempat di daratan pulau dewata itu, mulai dari pakaian santai, perhiasan buatan lokal, kerajinan, barang antik dan artefak mudah dijumpai tempatnya. Perlengkapan kebutuhan akan fashion semacam berbahan kulit khususnya disenangi oleh kalanga muda, merupakan salah satu produk yang ditawarkan dengan segala sesuatunya mulai dari tas sampai ke jaket kulit, semua dengan harga yang luar biasa dan terjangkau semua kalangan. Bagi yang hobby berbasah-basahan dengan air laut, Pulau Bali memiliki kelas dunia scuba diving , snorkeling dan tempat olahraga pantai yang menarik. Ketika matahari terbenam para pengunjung pariwisatapun dimanjakan dengan keindahan pemandangn senja hari yaitu Tanah Lot, kemudian diteruskan dengan  makan malam yang romantis dibawah indahnya sinar rembulan atau menonton tarian api bali dan pertunjukan keramaian tangan dan suara oleh tarian kecak. Suasana pestapun   dapat digelar dengan berbagai macam warna komunitas budaya barat melalui bar, diskotik dan klub malam telah siap memanjakan pesta anda hingga matahari muncul di ufuk timur. Dari sini dapat dijabarkan bahwa Dunia pariwisata di Pulau Bali dengan segala kekayaan budayanya terbuka lebar tak terhalangkan oleh waktu dari mulai matahari terbit, pagi, siang dan sore serta menjelang senja bahkan sampai larut malampun denyut nadi pariwisata Bali,tetap berjalan dengan atmosfir kekhasannya dan ini membuktikan bahwa keberadaan Industri Pariwisata Bali tak dapat diragukan lagi

 

* Pulau Bali dengan keragaman kekayaan budaya memposisikan Pulau bali sebagai surganya dunia pariwisata, tidak hanya dalam taraf nasional ditingkat internationalpun Pulau Bali berani menunjukkan eksistensinya sebagai rajanya  wisata Indonesia yang mampu menyedot wisatawan dunia *

 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bali adalah tempat berkembangnya agama Hindu dan Hampir seluruh Masyarakatnya menjadi penganutnya. Agama Hindu di Bali mulai tumbuh dan berkembang sejak abad ke – 8, bersamaan dengan pertumbuhan agama Hindu di Jawa Tengah, Agama Hindu banyak pengaruhnya terhadap kebudayaan setempat, juga terhadap sistem pemerintah
Berita Cina menyebutkan pada abad ke – 7 ada daerah Dwapatan (Bali) yang mempunyai adat yang sama dengan Jawa (Holing). Prsasti Bali 804 Caka (882 M) menyebutkan pemberian izin pembuatan pertapaan di bukit Kintamani. Prasasti berangka tahun 896 caka (991 M) isinya menyebutkan tempat suci dan istana Raja terletak di Singhamandawa dekat Sanur berhuruf Dewa Nagari dan Bali Kuno
Kitab Usana Bali abad ke 16 menyebutkan Raja Jayapangus memerintah setelah Raja Jayakusuma. Ia Raja penyelamat Bali yang terkena malapetakaa karena lupa menjalankan ibadah Raja ini juga mendapat wahyu untuk melakukan upacara agama kembali yang sekarangsebagai hari Galungan
Raja – Raja Bali:
a. Khesari Warmadewa yang beristana di Singhadwala menurunkan Wangsa Warmadewa
b. Ugrasena
c. Raja Haji Tabanendra Warmadewa ia di candikan di Air Mandu
d. Raja Jayasingha Wamadewa ia membangun pemandian di Desa Manukraya yaitu Pemandian Tirta Empul dekat tampak Siring tahun 960
e. Raja Jayasadhu Warmadewa
f. Sri MahaRaja Sri Wijaya Mahdewi (mungkin dari Sriwijaya)
g. Raja Udayana yang memerintah bersama istrinya yakni Gunapriyadarmapatni yang melahirkan Airlangga, Marakata, Anak wungsu
h. Marakata bergelar Marakata Utungga Dewa yang di segani rakyatnya, ia membangun bangunan suci di Gunung Kawi, Tampak Siring Bali
i. Anak Wungsu, mengaku penjelmaan Wisnu yang masa pemerintahannya di bantu 10 senopati rakyat hidup dari bertani, binatang yang berharga adalah Kuda. Untuk golongan pedagang laki – laki disebut Wanigrama dan untuk perempuan disebut Wanigrami
j. Raja Walaprabu
k. Raja Jayasakti, pada masa pemerintahanya ada dua kitab undang – undang yakni UU Utara Widdi Balawan dan Raja Wacana (Rajaniti)
l. Jayapangus yang dikenal penyelamat negara karena mengajak rakyatnya kemBali melakukan upacara agama sehingga mendapat wahyu (Hari Galungan)

B. Perumusan Masalah
Sistem pembagian Raja – Raja di Bali di dasarkan atas keturunan, biasanya pengganti Raja yang meninggal adalah putra laki – laki tua atau satu – satunya putra laki – laki yang lahir dari permaisuri yang berasal dari golongan bangsawan (Ksatria). Tetapi apabila putra mahkota pengganti Raja tersebut masih di bawah umur, biasanya diwakili oleh ibunya atau salah seorang bangsawannya yang di pilih pada penggawa pendanda istana
Dalam menjalankan pemerintahan, Raja dibantu oleh pejabat pemerintah yang masing – masing menduduki fungsi tertentu. Raja di dampingi oleh sebuah Dewan Kerajaan yang di sebut Pasamuan Agung. Tugas Pokok dari Pasamuan Agung adalah memberikan nasihat dan pertimbangan para Raja dalam memecahkan masalah – masalah yang berhubungan dengan pemerintahan. Selain itu mereka juga di tugasi untuk mengurus hubungan dengan penguasa di luar Kerajaan
Raja juga dibantu oleh patih, Prebekel atau Pambekel dan penggawa – penggawa daerah. Penggawa – penggawa ini kedudukanya sama dengan kepala distrik. Di Kerajaan Buleleng disebut Pembekel Gede yang kebanyak mempunyai darah keturunan maju dan bertempat tinggal di Puri
Masyarakat Bali hidup dari bercocok tanam, berternak dan berdagang, mereka menghiasi mayat yang telah meninggal dengan emas dan diberi harum – haruman. Orang Bali sebagian besar memeluk Hindu Waisanawa adapun ada sedikit pemeluk agama Budha. Karena agama Hindu di Bali Berkembang dengan pesat maka di juluki museum hidup
Di Bali di kenal beberapa susunan pejabat yang mengurusi masalah pengairan, mereka itu adalah:
a. Sedekah Gede / Sedahan Agung / Penyaringan Gede
b. Sedahan Tembuk yang bertugas mengawasi aliran air ke sawah – sawah dan menrima pajak dari para pemakai air
c. Klian Subak, yang bertugas langsung pengairan air ke sawah – sawah dan mengurus administrasinya
Kesulitan kesulitan para pemakai air di tampung setiap 35 hari sekali dan diadakan rapat. Rapat itu diadakan setiap hari Anggara Kasih atau Aelasa Kliwon
Pada abad ke – 8 di Bali berdiri sebuah Kerajaan yang berpusat di Singhamandawa yang diperintah oleh seorang Raja, yaitu Sri Ugrasena daerahnya kemungkinan SingaRaja sekarang. Sedangkan pada abad ke 10 Bali berada di bawah kekuasaan Jawa Timur dengan kebudayaan Jawa – Hindu, dan di Bali ini kebudayaanya tersebut berkembang dengan pesat. Pada tahun 982 M di Bali berkuasa seorang Ratu yang bernama Sri MahaRaja Wijaya Mahadewi yang memerintah dengan sistem pemerintahan di Jawa. Susunan dan nama – nama jabatan pemerintah yang biasa berlaku di Jawa di pergunakan di Bali
Setelah masa pemerintahan Sri MahaRaja berakhir, Bali kemudian diperintah oleh seorang Raja keturunan Bali, yaitu Dharma udayana Marwadewa, yang biasa di panggil Dharmodayana. Beliau memerintah bersama – sama dengan permaisurinya yaitu Gunapriya Dharmapatni, yang merupakan keluarga Raja Sindok. Pada tahun 1000 Dharmopatni melahirakan seorang putra yaitu Airlangga. Dalam menjalankan pemrintahanya, Dharma Udayana dan Dharmapatni selalu berbeda. Hal ini berakibat perginya Raja ke Jawa Timur dan menikah lagi dengan adik Raja Dharmawangsa, yaitu Mahendradatra. Kemudian Dharmaptni di buang ke hutan

C. Tujuan Penelitian
Ada beberapa tujuan diantaranya yaitu:
1. Sesuai dengan judulnya yaitu untuk memenuhi salah satu tugas guru mata pelajaran Sejarah
2. Untuk menambah nilai yang mungkin kurang dari target yang di tentukan
3. Melatih agar siswa siswi mampu melakukan suatu pekerjaan dengan gotong – royong atau belajar kelompok
Tujuan kami bukan hanya itu, kami bukan hanya nilai yang tinggi dan baik kamipun ingin dengan tugas – tugas yang di berikan kualitas belajar kami menjadi lebih baik

BAB II
PEMBAHASAN

Di Bali terdapat sejumlah Kerajaan yang mempunyai Raja dan pemerintahan sendiri, yaitu, Kerajaan Buleleng, Karang Asem, Klungkung, Gianjar, Badung Badung, Mangur dan lain – lain. Tetapi Raja – Raja Bali mengakui Raja Klungkung sebagai Raja tertinggi, disebabkan karena asal usul keturunan dan keturunan dan kedudukan Raja Klungkung sebagai Dewa Agung, tiap – tiap Kerajaan dalam wilayahnya masing – masing di kepalai oleh Raja baru Pamade atau keluarga dekat dari Raja. Misalnya Kerajaan Buleleng dibagi dalam wilayah – wilayah SingaRaja, tejakula dan Badung, sedangkan Kerajaan Badung terbagi menjadi tiga wilayah yaitu Denpasar, Pernade, dan Kasiman
Raja – Raja Bali memakai gelar Anak Agung. Raja – Raja Bali masing – masing bertempat tinggal di dalam istana (puri) bersama – sama keluarga dekat Raja. Di dalam puri ini banyak tersimpan benda – benda pusaka dan benda – benda untuk upacara keagamaan
Legenda mengenai Udayana dan Dharmapatani yang di baung ke hutan, kemudian mengembangkan ilmu sihir bersama – sama muridnya, ilmu sihir tersebut di dapat dari Dewi Durga yang ia puji. Kemudian Dharmapatni ini dikenal dengan nama Rangda dan sebagai ahli sihir, ia dipanggil dengan Calon Arang
Dharmapatni sangat sakit hati terhadap suaminya yang kawin lagi dengan menghukum ia kehutan. Kemarahan memuncak, karena putrinya Ratna Menggali yang cantik tidak ada yang melamar, karena para jejaka takut terhadap Calon Arang, yang menjadi sasaran kemarahan adalah Airlangga tidak dapat menghalangi ayahnya untuk kawin lagi
Kerajaan Airlangga hampir hancut akibat terjangkitnya penyakit menular yang tersebar di wilayah Kerajaannya. Dan wabah penyakit ini ditimbulakan oleh Rangda, ibunya sendiri, Airlangga meminta bantuan kepada pendeta sakti, yaitu Mpu Bharada melawan calon Arang. Calon Arang menjelma menjadi makhluk yang menakutkan dan Mpu Bharada menjelma menjadi makhluk ajaib yang di sebut Barong. Dalam perkelahian tersebut Barong menang dan Kerajaan Airlangga selamat dari bencana

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kerajaan Bali muncul pada abad ke 9 yang di perintah oleh Raja Sri Kesariwarmadewa, Udayana dan anak Wungsu. Tahun 915 Raja Bali Ugrasena berhasil membangun Kerajaan Bali dan berkembang dan serta menjalin persahabatan Mataram, dan di tandai perkawinana Udayana Wamadewa (956 – 1022) kawin dengan putrid Makutawangsa Whardana yang bernama Mahendratta, hubungan berlanjut setelah putra Udayana yang bernama Airlangga menikah dengan putrid Darmawangsa Tguh sampai akhirnya terjadi perlaya 1016. karena diserang oleh Raja wurawari dari wengker yang merupakan sekutu Sriwijaya
Pada masa pemerintahan anak Wungsu (1049 – 1077) berhasil dibangun Candi Tampak Siring. Pengganti Anak Wungsu, Jaya Sakti, Jayapangus dan Bedahulu adalah Raja lemah dan akhirnya ditaklukan oleh Gajah Mada dalam meluaskan Kerajaan Majapahit

a. Agama
Sebagian penduduk Bali menganut agama Hindu lebih kurang 95% dari jumlah keseluruhan penduduk yang terdapat di Bali, sedangkan 5% nya menganut agama Islam, Kristen, Katolik dan Kong Hu Cu.
Tujuan hidup dari ajaran Hindu yaitu untuk mencapai keseimbangan dan kedamaian hidup, lahir dan batin. Orang Hindu percaya adanya 1 Tuhan dalam bentuk konsep Trimurti, yaitu wujud Brahmana (sang pencipta), wujud Wisnu (sang pelindung dan pemelihara), serta wujud Siwa (sang perusak). Tempat beribadah orang Hindu yang banyak ditemui di Bali disebut Pura, Pura sangat banyak dijumpai di rumah-rumah masyarakat Hindu Bali dalam berbagai bentuk tergantung dari kondisi ekonomi masyrakat tersebut. Sedangkan tempat-tempat untuk  pemujaan leluhur  disebut Sangga. Kitab suci agama Hindu adalah weda yang berasal dari India.
Masyarakat Hindu Bali yang meninggal dunia akan diadakan upacara Ngaben yang dianggap sanggat penting untuk membebaskan arwah orang yang telah meninggal dunia dari ikatan-ikatan duniawinya menuju surga. Ngaben merupakan upacara pembakaran mayat yang sudah sangat lazim ditemui di Bali. Hari raya umat agama hindu adalah Nyepi yang pelaksanaannya pada perayaan tahun baru saka pada tanggal 1 dari bulan 10 (kedasa), selain itu ada juga hari raya Galungan, Kuningan, Saras Wati, Tumpek Landep, Tumpek Uduh, dan Siwa Ratri. Kebanyakan dari wisatawan baik domestik maupun wisatawan asing berkunjung ke Bali untuk melihat atau bahkan terlibat dalam upacara-upacara keagamaan pada hari raya umat Hindu di Bali.
b. Organisasi Sosial
• Perkawinan
Penarikan garis keturunan dalam masyarakat Bali adalah mengarah pada patrilineal. Sistem kasta yang sangat mempengaruhi proses berlangsungnya suatu perkawinan, karena seorang wanita yang kastanya lebih tinggi apabila menikah dengan pria yang kastanya lebih rendah tidak dibenarkan karena akan terjadi suatu penyimpangan, yaitu akan membuat malu keluarga dan menjatuhkan gengsi seluruh kasta dari anak wanita.
Kemudian di beberapa daerah Bali, diberlakukan pula adat penyerahan mas kawin ( petuku luh), namun saat ini terutama pada keluarga orang-orang yang  terpelajar, budaya ini sudah tidak diberlakukan lagi.
• Kemasyarakatan
Terdapat suatu kesatuan hidup komunitas masyarakat Bali yang mencakup 2 pengertian Desa yaitu : Desa Adat dan Desa Dinas (administratif). Keduanya merupakan suatu kesatuan wilayah namun desa adat  berhubungan dengan keagamaan atau pun adat istiadat, sedangkan desa dinas adalah kesatuan admistratif. Kegiatan desa adat terpusat pada bidang upacara adat dan keagamaan, sedangkan desa dinas terpusat pada bidang administrasi, pemerintahan dan pembangunan.
• Kekerabatan
Adat bagi yang menetap di Bali sesudah menikah mempengaruhi pergaulan kekerabatan dalam suatu masyarakat. Ada macam 2 adat menetap yang sering berlaku diBali yaitu adat virilokal yaitu adat yang membenarkan pengantin baru menetap disekitar pusat kediaman kaum kerabat suami,dan adat neolokal yaitu adat yang menentukan pengantin baru tinggal sendiri ditempat kediaman yang baru. Penduduk Bali, memiliki rukun warga yang disebut Banjar yang masing-masing memiliki kepala Banjar dengan sebutan Kelihan. Banjar dikepalai oleh klian banjar yang bertugas dengan segala urusan dalam lapangan kehidupan sosial dan keagamaan, namun terkadang banjar juga harus memecahkan soal-soal permasalahan yang mencakup hukum adat tanah, dan hal-hal yang sifatnya administrasi pemerintahan.
c. Bahasa
Sebagian besar masyarakat Bali menggunakan bahasa Bali dan bahasa Indonesia,bahkan sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau trilingual. Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga dan bahasa asing lainnya merupakan utama bagi masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan industri pariwisata. Bahasa Bali di bagi menjadi 2 yaitu, bahasa Aga yaitu bahasa Bali yang pengucapannya lebih kasar yang biasanya di pakai oleh kaum Sudra, dan bahasa Bali Mojopahit yaitu bahasa yang pengucapannya lebih halus yang dipakai oleh kaum Brahmana, kaum Ksatrian dan kaum Waisya.
d. Kesenian
Bali tidak dapat dipisahkan dengan berbagai kesenian yang dimilikinya. Bahkan sebagian dari masyarakat Bali bermata pencaharian di bidang kesenian, seperti seni pahat, seni lukis, seni drama dan tari dan seni musik.
Seni kebudayaan tari  di Bali pada umumnya di bagi menjadi tiga kategori, diantaranya adalah wali atau seni tari yang hanya pertunjukan dalam acara sakral, bebali atau seni tari pertunjukan yang biasanya untuk upacara dan juga sering di tampilkan untuk menyambut pengunjung yang datang ke Bali serta balih-balihan atau seni tari yang sifatnya untuk hiburan. Salah satu jenis seni tarian yang ada di Bali dan sangat populer bagi para wisatawan adalah Tari Kecak dan Barong.
Jenis musik tradisional Bali sebetulnya memiliki kesamaan dengan musik tradisional yang ada di banyak daerah lain di Indonesia. Namun terdapat beberapa ciri khas dalam teknik memainkan dan gubahannya yaitu dalam bentuk kecak. Seni kecak adalah nyanyian yang konon menirukan suara kera. Alat musik tradisional di Bali adalah, Gamelan, Jegog, serta Genggong.
e. Makanan Khas
Begitu banyak makanan khas yang terdapat di Bali, biasanya makanan-makanan asli Bali menggunakan berbagai macam rempah-rempah untuk memasaknya, sehingga rasa campuran dari rempah tersebut sangat terasa apabila kita mencicipi makanan asli Bali tersebut. Tiap kabupaten di Bali memiliki makanan khas contoh nyamakanan tradisional Badung, terdapat ayam jejeruk, sate lilit ayam, lawar kuwir, dan jukut ares. Untuk daerah Denpasar sendiri banyak ditemui ayam betutu, nasi campur Bali dan masih banyak yang lainnya.
f. Rumah Adat Bali
Rumah Adat Bali merupakan sebuah penerapan dari filosofi yang ada pada masyarakat Bali itu sendiri. Ada tiga aspek yang harus di terapkan di dalamnya, aspek pawongan (manusia sebagai penghuni rumah), pelemahan ( lokasi atau lingkungan) dan parahyangan. Mereka menganggap  kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara ke 3 aspek tersebut. Untuk itu pembangunan sebuah rumah Bali harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut Tri Hita Karana.
Pada umumnya bangunan atau arsitektur tradisional Bali selalu dipenuhi dengan pernak-pernik yang berfungsi untuk hiasan, seperti ukiran dengan warna-warna yang kontras dan alami. Selain sebagai hiasan mereka juga mengartikan dan maknai tertentu sebagai ungkapan terimakasih kepada sang pencipta, serta simbol-simbol ritual seperti patung.
Umumnya Bangunan Rumah Adat Bali terpisah-pisah manjadi banyak bangunan-bangunan kecil-kecil dalam satu area yang disatukan oleh pagar yang mengelilinginya. Seiring perkembangan jaman mulai ada perubahan bangunan tidak lagi terpisah-pisah.
Bali memiliki ciri khas arsitektur yang timbul dari suatu tradisi, kepercayaan dan aktifitas spiritual masyarakat Bali itu sendiri yang diwujudkan dalam berbagai bentuk fisik bangunan yang ada. Seperti rumah, pura sebagai tempat suci umat Hindu, Banjar atau balai pertemuan dan lain-lain

 

Pulau Dewata selama ini dikenal sebagai surganya dunia. Bahkan, tak hanya orang Indonesia saja yang mengakui pulau itu sebagai pulau wisata paling indah. Wisatawan dunia bahkan menobatkan Pulau Bali sebagai pulau wisata terbaik dunia.

Hebatnya, predikat ini tak hanya sekali disandang pulau kecil di timur Pulau Jawa itu. Pada tahun 2007 silam, Bali juga mendapat predikat yang sama dari beberapa media terkemuka dunia.

Tentu ini merupakan kebanggaan kita bersama. Apalagi, mengingat beberapa kali Bali diguncang peristiwa bom yang mengguncang dunia pariwisata kita.

Untuk saat ini, yang memberi predikat Bali sebagai pulau wisata terbaik di dunia adalah sebuah majalah “Luxury Travel Magazine” dari London, Inggris. Bali diberi predikat sebagai “The Best Exotic Destination” oleh pembaca majalah tersebut yang tersebar di 27 negara.

Sebelumnya, pada tahun 2007 Bali menerima tiga jenis penghargaan serupa dari dua majalah besar di Asia dan satu lagi dari sebuah majalah terkemuka di Amerika Serikat. Sedangkan tahun 2006 tercatat 4,7 juta pembaca majalah TIME yang terbit di Amerika Serikat menetapkan pilihannya Bali sebagai pulau wisata terbaik di dunia. Demikian pula Travel +Leisure di Amerika Serikat. Majalah tersebut  juga pernah menetapkan Bali sebagai pulau wisata terbaik di belahan dunia yang layak dikunjungi masyarakat internasional.

Penghargaan dari “Luxury Travel Magazine” sendiri menurut Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Bali Drs I Gde Nurjaya sudah diserahkan kepada Kedutaan Besar RI (KBRI) di Inggris. Ia menambahkan dengan sebuah harapan, yakni agar penghargaan tersebut bisa mengukuhkan bahwa wisata di Indonesia, Bali khususnya, tetap aman dan nyaman dikunjungi.

Bagi kita, hal ini tentu juga harus bisa dijadikan sebagai sarana introspeksi untuk terus meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia secara keseluruhan. Dan, tentunya, bukan hanya Bali. Namun, keindahan Indonesia secara keseluruhan diharap bisa mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan, utamanya di tahun yang ditetapkan sebagai Visit Indonesia Year 2008 ini. Semoga, ini jadi awal yang baik di awal tahun 2008 demi kemajuan wisata Indonesia.

Gambar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.